NusaResearch

Friday, February 7, 2014

Tablet atau iPad untuk anak? I don't think so. Yuk! Intip sisi positif dan negatif tablet atau iPad untuk anak.

Nowadays, banyak sekali pemandangan orang menggunakan tablet Android atau juga iPad di tempat umum seperti mall, ruang tunggu dokter, dan lainnya.
Dari bapak-bapak yang sepertinya emang buat bisnis, emak-emak yang nungguin anaknya main di playground, trus juga yang paling sering aku lihat adalah remaja yang kayaknya sibuk sekali dengan tab/iPad-nya, sampai yang bikin heran adalah anak kecil yang main game pake iPad. Astagaaaa masih kecil, mungkin sekitar 3-4 tahun. Sering kan lihat anak kecil pegang tab/iPad buat main game?



Menurut aku, memberikan fasilitas tab/iPad untuk anak itu ide yang kurang bagus. Mungkin sebagian orang tua akan bilang "Itu bagus lho, biar dia cekatan gitu" atau "Itu melatih otaknya, kan main game juga mikir" atau mungkin ada juga yang bilang "Suka-suka saya ya, duit-duit saya juga, itu anak saya suka dengan game itu kok". Iya, Bu, terserah aja sih, hehe itu semua tergantung Anda.
Memang ada sisi positif tab/iPad untuk anak, tapi tidak sebanding dengan sisi negatifnya. Njomplang, bro.
Oke, kita bahas dari sisi positifnya dulu ya.
  • Anak jadi lancar menggunakan alat ini, bisa dibilang nggak gaptek
  • Melatih otak karena banyaknya games edukasi dan strategi
  • Tidak rewel (ini juga termasuk lho untuk beberapa kasus)
  • Terlihat keren/kece
Nah, kira-kira itu kan sisi positifnya? Atau ada lagi?
Selanjutnya kita bahas sisi negatifnya yuk.
  • Mata anak menjadi cepat lelah dan bisa mengakibatkan minus karena sering menatap layar monitor
  • Visual yang cepat dari game-game tsb membuat anak malas membaca kelak, karena buku pelajaran mereka nantinya berupa tulisan-tulisan yang tidak bergerak (ini kalau sekolahnya normal ya, kalau di sekolah mahal aku juga kurang tau sih masih pakai buku atau e-book, hehehe)
  •  Kurang pengawasan, bisa jadi anak tsb main game yang bukan edukasi, karena dia penasaran, bisa saja dia mendownload game-game lain atau aplikasi lain yang kurang bermanfaat untuk otaknya
  • Jadi pasif, karena jarang keluar rumah dan kurang bisa bersosialisasi dengan teman-teman, karena main tab/iPad 2 jam atau lebih itu nggak kerasa kan? Apalagi anak kecil, kayaknya kuraaaang terus
  • Lambat bicara, karena waktu tersita dengan bermain game, ortu jadi kurang waktu dengan anak, kurang momen-momen bersama dan ngobrol bersama, yang padahal bisa melatih kemampuan bahasa anak tsb
  • Daya motoriknya lemah, karena dia biasa melihat benda-benda yang berbentuk gambar di dalam layar tab/iPad, bukan objek real, misal bola, puzzle, tongkat, sepeda, dsb
Yah, sepertinya itu dampak negatif yang mungkin terjadi jika anak terlalu sering bermain dengan tab/iPadnya.
Mungkin untuk beberapa ortu akan tenang-tenang saja karena mereka bisa mengontrol waktu bermain anak, namun yang akhir-akhir ini aku lihat, sepertinya pengawasan ortu lempeng-lempeng saja saat anak bermain dengan alat ini. Bahkan, ortunya asik BBM-an, ya....di sebelah si anak sih.
Bagaimana mencegahnya? Yang pertama, kalau memang Anda sebagai ortu merasa butuh memberikan fasilitas ini kepada anak, sah-sah saja asal bisa mengontrol/mengawasi apa yang dimainkan dan bisa memberi batasan waktu. Atau, jika Anda merasa tidak bisa mengawasi dan memberi batasan waktu, dan Anda merasa waspada, sebaiknya pikir kembali sebelum Anda memutuskan untuk memberikan tab/iPad untuk anak.

Tuesday, March 8, 2011

CANDU 2

All you gotta do is smile,
and my world become so white.
All you gotta is put your lips to mine,
you're the reason never give enough to try.
You could make me feel just like I want to do.

Abdul - All You Gotta Do

Speechless. Pernah kamu merasakannya?
Ye, tentu saja di depan orang yang sangat sangat kamu hargai ehem sukai.
Menurutku wajar aja kalau kita tiba-tiba diam dan nggak tau lagi harus ngpomong apa.
Yang keluar cuma senyum atau paling banter tertawa, entah palsu atau benar-benar tertawa lepas.
Kalau aku speechless di hadapan orang spesial begitu, artinya cuma satu. Melting.
Iya, benar-benar meleleh.
Yang paling spesial lagi adalah kalau orang spesial itu bisa membuat kita senyum sepanjang hari.
Kamu mau disayang dan merasa nyaman sama dia setiap hari kan? Aku juga.

Dulu, kalau aku lagi kesengsem sama cowok, biasanya langsung gembar-gembor ke temen-temen. Selalu cerita ini itu, selengkap-lengkapnya. Sambil nge-pink gitu, mereka langsung bilang "Cieeeee... Trus trus??".
Begitu pun kalau lagi bertengkar, ada masalah sama orang yang tadinya aku suka, pasti cerita. Maklum, tukang cerita. HEHEHE.
Tapi, kalau dipikir-pikir, semua momen spesialku jadi nggak terasa spesial lagi. Kan udah pada tau semua?! Ada rasa nggak enak juga kalau selalu cerita tentang aku aku dan aku. Pasti mereka kadang capek juga kan mendengarkan ceritaku yang nggak jauh-jauh dari orang spesial tadi?
Dari sini aku berpikir.
Setiap orang punya karakter, cerita, dan pilihan yang berbeda.
Aku nggak ingin terlalu banyak bercerita tentang aku lagi. Sehingga aku punya banyak waktu untuk mendengarkan momen bahagia dan sedih mereka. Kalau-kalau aku bisa membantu masalah mereka kan ada bagusnya juga toh?
Aku tetap share dengan sahabat-sahabatku, dalam batas yang wajar.
Aku ingin merasakan betapa spesialnya momen-momen yang aku lewati dengan orang yang aku sayangi. Itu pilihanku sekarang. Aku lebih senang untuk menyimpannya sendiri.
Mengapa?
Karena hanya Tuhan yang tau kemana ceritaku akan berlanjut.
Semoga Tuhan menjadikan ceritaku semakin baik. Amin.

Sunday, March 6, 2011

Orasi

11:52 pm.
Aku baru kelar menyelesaikan bahan untuk Ujian Praktik besok. Orasi.
Kurang lebih orasinya seperti ini :

Berbicara soal remaja tidak akan ada habisnya.

Remaja yang sering disebut ABG adalah anak-anak SMP dan SMA yang masih dalam tahap pendewasaan. Saya akui, saya seorang remaja.

Sering kita mendengar berita-berita buruk di TV maupun koran yang menyangkut kehidupan remaja.

Ambil saja contoh free sex, bolos sekolah, merokok, dan masih banyak lagi. Tidak sedikit remaja di Indonesia yang terjerumus kesana.

Pacaran. Itukah yang sering para remaja bicarakan?

Mengenal lawan jenis dan saling suka adalah awal yang berbahaya bagi para remaja.

Dengan kedekatan seperti ini, remaja akan penasaran dan mencari tahu lebih dalam lagi terhadap lawan jenisnya. Tak jarang mereka mencoba-coba hal baru yang seharusnya tidak mereka lakukan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Lingkungan keluarga merupakan modal awal yang menentukan kemana arah seorang anak akan berjalan. Jika orangtua di rumah rajin sembahyang, maka anaknya pun tidak akan neko-neko. Kasih sayang dan komunikasi yang hangat di rumah, akan membawa aura yang baik pada anak tersebut

Berbeda dnegan orangtua yang kurang menengok kegiatan anaknya. Mungkin karena sibuk kerja di luar, pulang larut malam, saat pulang anak sudah tidur, terlalu capek untuk memerhatikan anak, sehingga komunikasi pun kurang berjalan dengan baik. Anak dengan orangtua tipe ini di rumah akan merasa lebih bebas. Mereka merasa bisa melakukan apa saja dan kemana saja semau mereka. Toh orangtua juga tak peduli. Belum lagi kalau orangtua sering memarahi anaknya, padahal mereka belum tentu memberi contoh yang baik untuk anak mereka. Hal ini membuat sifat dan sikap anak yang tak jauh-jauh dari egois dan sedikit kaku. Jika ini yang terjadi di rumah, tak heran apabila remaja di luar seperti itu.

Selain lingkungan di rumah, lingkungan luar rumah juga memengaruhi. Di sekolah, banyak sekali tipe anak. Dari polos, alim, rajin, suka bolos, egois, sampai yang suka merokok pun ada di sekolah. Kembali lagi, hal ini adalah bawaan dari didikan di rumah. Memilih teman adalah pilihan yang tepat. Bukan berarti tidak mau berteman lho, taapi memilih mana yang baik dan buruk. Jika teman itu bisa memberi efek yang baik untuk remaja, mengapa tidak? Berteman dengan orang baik, akan berdampak baik pada kita. Sebaliknya, berteman dengan orang yang bersifat kurang baik, akan berdampak buruk pada kita. Tergantung, pilihan itu ada dalam diri kita. Banyak siswa yang merokok, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Saat ditanya, kebanyakan dari mereka menjawab temanlah alasannya. Teman yang mengenalkan, mengajak, dan memengaruhinya.

Handphone (HP) yang berfitur lengkap juga mempermudah para remaja mengakses situs-situs terlarang. Berawal dari rasa ingin tahu, mereka akan menggunakan HP dengan sangat lincah.

Nuke Puspitasari.
My life is my message - Mahatma Ghandi


Sekiranya itu orasi yang besok aku bacakan di depan penguji. Doakan ya! God with me.

BADBADMOOD

He ate my heart.
You little monster.
Don't look at me like that.

Lady Gaga - Monster



Ada sesuatu yang bikin aku BADBADMOOD belakangan ini. Rahasia.
Ke-badmood-an ini nggak sengaja menyuruh tanganku seenaknya buat mengambil beberapa makanan dan minuman yang ada di kulkas.
Jujur, aku jarang memeriksa isi kulkas.
Setelah kubuka.
WOW. Banyak makanan.
Aku ambil sekenanya, untuk makan siang.
Ada sekotak muffin, pudding, dan sebotol jamu.
Aku tau nggak pas makan muffin sama jamu, tapi namanya orang badmood ya.
Aku ke dapur sebentar, membuat omelette.
Selesai. Aku bawa semua ke kamar dan mulai melahapnya satu per satu.
Ah, masih badbadmood juga ternyata. Ya sudahlah.
Padahal banyak yang bilang kalau badmood, makan aja. Mana? Bohong.

Friday, March 4, 2011

Candu


Boy I think about it every night and day.
I'm addicted wanna jump aside your
love.

Black Eyed Peas - Just Can't Get Enough


Menghabiskan waktu dengan melamun itu nggak dosa kan? Mungkin sebagian orang bilang "Ah, buang-buang waktu aja sih? Mending ngerjain yang lain!".

Sepertinya hal ini nggak berlaku buat orang yang lagi fall in love. Iya kan?

Aku lebih senang melamun di tempat yang sepi, yang hanya aku saja disitu, dengan keadaan lampu mati semua.

Tunggu, apakah kamu juga sedikit sensitif saat fall in love?

Misalnya, saat mendengar dia sedang bersama teman lawan jenis dan kamu tau mereka sangat akrab, tiba-tiba kamu cemberut?

Atau saat dia terdengar sedang malas ber-SMS-ria, nggak mood telfon, dan jutek saat berbicara denganmu, tiba-tiba pipimu basah?

Pernah?

Aku pernah.

Serasa ingin memulai hari-hari berikutnya dengan perasaan senang.

Hanya Dia yang bisa menentukan kemana kebahagiaan ini akan dibawa. Berlanjutkah? Amin.

Surabaya Malam








Menikmati kemacetan Surabaya, ada manfaatnya juga.
Aku ambil foto-foto ini sepulang les, sekitar pukul 18.00, dari daerah Raya Gubeng, sampai Waru. HEHEHE.

Wednesday, March 2, 2011

Saat Internet Menyala

Aku menggunakan Internet Explorer untuk berinternet ria. Aku terbiasa mengupdate versi terbaru dari Internet Explorerku. Kenapa Internet Explorer?
Karena udah bawaan dari Windows dan bentuknya simple.
Homepageku ada 3, Google, Youtube, dan URL untuk mendeteksi siapa saja yang menggunakan WiFi.
Tapi yang selalu aku buka adalah :

1. Google, lebih sering buat mencari design layout atau gambar-gambar lucu (biasanya artis cakep) daripada browsing yang ilmiah-ilmiah. HEHEHE.
Background Googleku bagus yaaaa? Pantai.


2. Yahoo! Messenger, yang ini malah otomatis online sendiri. Udah sayang banget sama YM.


3. Terselubung, banyak informasi dari sini. Yah, itung-itung kunjungan sesama Blogger ya, HAHA.


4. NUX Area, jelas dibuka lah, wong blognya sendiri.

5. Youtube, aku suka banget ngumpulin Music Video. Tapi aku sering juga lho download tutorial-tutorial, cover-cover lagu, design-design, tipografi, sama yang nggak penting-nggak penting sekedar buat ketawa aja.

Aku udah sayang banget sama mereka berlima. Ada lagi sih yang lain, tapi bukan Facebook atau social network lainnya lho, aku jarang pakai mereka.
Ngantuk nih, YES! Akhirnya ngantuk juga. Nggak insomnia kan berarti?

Masa Insomnia? Jangan deh.


Ada nggak sih insomnia yang nggak parah?
Aku sering nggak bisa tidur di jam normal. Begadang? Mungkin. Tapi mau dipaksa tidur juga belum tentu bisa. Aneh, menurutku. Nggak sekali dua kali hal ini terjadi. Akhir-akhir ini sering.

Bahkan malam ini.

Sepertinya baru beberapa menit yang lalu aku berbicara di telepon dengannya, tapi setelah aku cek, yang tertera di handphone malah angka 21.03!

Jauh banget. Sekarang udah ganti hari, udah jam 01.25 dini hari.

Aku udah mengirimkan SMS yang berisikan aku nggak bisa tidur. Tapi nggak ada balasan. Jelas aja lah, pasti pemilik handphone yang nggak "insomnia" jam segini pules banget.

Aku jadi takut sendiri. Sebenarnya udah cukup kebantu dengan perubahan cara tidurku, yaitu mematikan semua lampu di kamar dan membuka pintu kamar sedikit agar ada celah cahaya ruang tengah masuk. Maklum, aku nggak begitu ahli masalah gelap-gelapan (kalau sendirian, HEHEHE). Yah, pagi buta gini sih yang asik ngobrol. Tapi sama siapa? Nisa offline. Queen juga barusan offline. Masa gedor-gedor kamar Mama? Nggak banget lah.

Daritadi iTunes-ku muter lagunya Black Eyed Peas. Enak banget Just Can't Get Enough. Coba dengerin deh :)

Singosari eh Singapore

Besok ada Try Out Fisika dan Kimia, tapi moodku benar-benar nggak bersahabat.
Aku lebih memilih blogging dan browsing. Sekalian ngatur-ngatur file dan menghapus yang nggak penting. Nggak sengaja saat menscroll ke bawah, aku melihat folder singosari (folder ini yang buat si Bregas, menyamarkan nama Singapore katanya), ada foto-fotoku dan kakakku, Bregas, bersama Tante dan keluarga, ke Singapore sekitar 4 tahun yang lalu. Setelah aku liat-liat, ternyata aku dan kakakku cukup rukun ya? HIHIHI. Jadi kangen sama dia. Oh ya, kalau ada gayaku yang nggak banget, nggak usah ketawa ya? Maklum lah, kan itu jaman SMP duluuuuu. HEHEHE.
Aku & Bregas

Bregas duduk, Neiro main air

Aku

Aku & Bregas

Aku & Bregas

Aku & Tante Dewi

Bregas

Aku & Bregas

Mbak Elok, Bregas, dan Aku

Aku & Bregas
Aku @Harbour Front

Tuesday, March 1, 2011

Lagu Yang Sering Aku Putar Februari-Maret 2011

Lady Gaga - The Fame Monster
Track 03. Bad Romance

Black Eyed Peas - The Beginning
Track 03. Love You Long Time
Track 05. Whenever

Abdul - Bersandinglah
Track 11. All You Gotta Do


Nah itu lagu-lagu yang sering aku play akhir-akhir ini.
Bad Romance-nya Lady Gaga baru punya. Selama ini tau lagunya dari Alex Goot.
The Beginning emang enak-enak lagunya, tapi yang sering aku dengerin ya 2 lagu itu, enak sih buat nemenin pas malem-malem nggak bisa tidur.
Yang jazzy aku lagi suka sama Abdul nih. All You Gotta Do liriknya bagus. Dari album lainnya Abdul ada sih yang aku dengerin juga, judulnya Cahaya, di album Abdul and The Coffee Theory.

Gara-gara Teman Lama Telepon


HAHAHA. Setelah di BUZZ! aku langsung baca status YMnya, dan ternyata seperti yang terpampang di atas, "gak jadi tidur gara2 telfonnya Nuke Iskandar". Ya ampun! Dia menyebut namaku begitu JELAS!
Aku nggak bermaksud ganggu dia kok, aku bahkan nggak tau kalau dia lagi mau tidur.
Dia nggak SMS "Nuk, aku tidur ya?" tuh. Kan bukan salahku. HAHAHA.
Maaf ya Nis, aku tadi telfon kamu kan karena ada kejadian aneh.
Kamu tau?
Teman lama menelfonku tiba-tiba.
Awalnya dia SMS basa-basi dan aku balas. Lalu aku keluar kamar mencari udara segar, saat berhenti di meja makan, aku mendengar handphoneku berbunyi. Aku pikir itu dari seseorang yang memang sedang kutunggu telfonnya, eh ternyata sahabat lama yang menelfon.
Bukan apa-apa, tapi dia memang sedikit membingungkan.
Dulu kami sering pulang sekolah bareng, bahkan hari Minggu pun dia nggak jarang datang ke rumah walau sekedar say hello.
Dia yang memulai keakraban itu.
Dan dia juga yang tiba-tiba membuat komunikasi kami terputus dengan cara yang kurang baik.
Nah, membingungkan sekali.
Sejak saat itu aku nggak terlalu memedulikannya.
Di sekolah pun kami jarang bertemu, padahal kelas kami satu deret. HEHEHE.
Tapi kalau pun berpapasan kadang menyapa.
Nah akhir-akhir ini dia memulai komunikasi lagi. Aku sempat agak risih karena sikapnya yang aneh. Tapi Nisa menyadarkanku kenapa dia begitu. Karena satu hal yang nggak hanya dia aja yang merasakan itu. Ini bukan masalah perasaan lho ya, jangan salah. Masalah sekolah.
Yah, tetap semangat ya! Nggak ada kok yang namanya mantan temen. Adanya ya temen.
Apa yang bisa aku bantu, aku pasti berusaha membantu kok. HEHEHE.
Kalau nggak salah, siang kemarin Nisa juga melakukan hal yang sama sepertiku (berusaha lebih care) dengan teman yang lain. Kami berharap kalian nggak patah semangat! Kalian pasti bisa! :)

STT Telkom

25 Februari 2011 kemarin, aku mencoba membuka web STT Telkom. Aku cek lagi, ternyata benar pengumumannya jam 2 siang. Aku mengambil handphone dan melihat jam berapa sekarang. 2.30 pm. Oke, aku klik-klik-klik menerobos masuk ke bagian pengumuman JPPA Nasional. Error.
Aku coba lagi. Error lagi.
Sepulang les, sekitar 6.15 pm, aku mencoba klik-klik-klik lagi. Bisa.
Aku mengikuti petunjuk yang ada. Memasukkan nomor PIN dan nama.
Klik.
Dan....
Jeng jeng!


Namaku ada di list terakhir. Fiuh. Alhamdulillah. Mama langsung telepon Papa malamnya. Beliau memang setuju dengan Teknik Elektro, tapi lebih setuju lagi kalau anaknya ini bisa meneruskan profesi istrinya. Amien :)

Curahan

Saat aku menjadi Ibu,
aku ingin membimbing dan mendidik mereka dengan sabar dan penuh kasih sayang.
Aku nggak segan-segan mengingatkan pendamping hidupku kelak untuk tidak membentak atau bersikap terlalu keras terhadap mereka.
Bukan artinya aku ingin menjadikan mereka lunak dan rapuh, namun aku ingin melindungi dan membesarkan mereka di lingkungan yang hangat dan penuh kedamaian.
Aku tau, sesekali pasti masalah datang. Aku ingin menuntun mereka menyelesaikan masalah dengan cara yang benar dan tidak tergesa-gesa.
Aku ingin mereka dengan sendirinya menyadari akan kebutuhan mereka saat usia sekolah.
Aku ingin mereka menjadi anak-anak yang cerdas dan berguna di masa depannya.
Dengan benih yang kami tanamkan, mereka akan memetik benih itu dan menanamkannya kembali di hari kelak.
Aku nggak ingin mereka tertekan dengan bentakan atau suara-suara dengan nada yang tinggi.
Bukan berarti mereka tidak mengerti bahwa dunia ini keras, tapi mereka akan mengerti bagaimana mengatasi dunia yang keras ini.
Mereka akan mengerti bagaimana berbagi dengan orang lain, bersabar menghadapi masalah, dan melindungi orang lain.
Aku ingin mereka tidak memunyai perasaan yang salah kepada Ayah dan Ibunya.

Aku sepatutnya bersyukur telah dilahirkan, dibesarkan, dididik, dan memunyai keluarga yang bahagia seperti sekarang.
Aku nggak ingin mengecewakan Papa dan Mama.
Aku ingin mereka merasa bangga dengan kedua anaknya ini.
Aku nggak ingin mereka merasa aku payah dalam suatu hal.
Aku juga nggak ingin mereka merasa mengekang aku.
Aku nggak ingin mereka merasa sia-sia memberikan fasilitas pada kami.
Aku nggak ingin mereka merasa aku bodoh.

Tapi,
aku ingin Mama memerhatikanku saat aku butuh, bukan saat aku benar-benar butuh,
memerhatikanku saat aku sakit, bukan saat aku benar-benar jatuh sakit,
dan memberiku kebebasan untuk memilih, bukan dengan berat hati.

Love you, Mom :')

Sunday, February 27, 2011

Bete

Menurutku bete itu kependekan dari bad mood. Tapi banyak juga yang bilang Butuh Temen. Yaaa kalau bad mood biasanya kita emang butuh temen kan?

Yah, bete bisa menyerang kapan saja. Aku bisa bete kalau ada pemicunya.

Beberapa dari banyak kebeteanku yang aku ingat adalah saat aku sedang asik blogging atau sekedar browsing di internet, tiba-tiba kakakku membajak laptopku hanya dengan mengeluarkan satu kata dengan nada memaksa, "PINJEM!". Otomatis aku langsung cemberut dan ngeloyor pergi.

Ada lagi, pas asik nyanyiin lagu yang baru aja aku download sambil baca lirik dan tentu saja kuping udah kesumpel headphone, tiba-tiba ada yang buka pintu kamar tiba-tiba. Udah bete, malu pula. Pasti volume suaraku nggak begitu kecil kan?

Menurutku ada beberapa pemicu bete.

Setiap orang memiliki sifat yang berbeda, sehingga membuat kita kurang nyaman saat dia mengeluarkan sifatnya yang menurut kita kurang pas. Misalnya saja karena masalah sepele, temen kita ngamuk-ngamuk nggak karuan. Ngambek banget pokoknya, sampai dipanggil aja nggak noleh. Nah, aku kurang nyaman sama yang seperti itu. Di saat itu lah aku bete, karena perbedaan persepsi. Kan bisa masalah diselesaikan bersama, bukannya malah ngambek-ngambekan kayak kucing dan anjing begitu.

Selain itu, bete kerap kali menyapa saat ada yang menjahili kita. Misalnya aja handphone kita disembunyikan. Kalau nggak ada yang ngaku dalam jangka waktu yang berlebihan, nggak cuma bikin bete, tapi juga memicu kemarahan.

Bete karena nilai jelek juga sering datang. Merasa udah belajar mati-matian, tapi nilai yang didapat kecil. Wah, nggak cuma bete, bisa-bisa nangis. Terutama perempuan. Aku nggak jarang dapat nilai yang kurang memuaskan. Justru itu peringatan supaya kita lebih rajin belajarnya.

Biar bete nggak sering-sering datang, kita bisa kok mengantisipasinya.
1. Bersyukur atas apa yang telah terjadi atau bersyukur atas segala yang ada.
2. Melihat yang di bawah, menyadari ada yang lebih kurang daripada keadaanmu saat itu.
3. Menyadari bahwa masalah bisa datang kapan saja.
4. Menyadari bahwa hidup itu indah dengan adanya perbedaan.
5. Menyadari bahwa kehidupan memang keras.
6. Ikhlas.
7. Sabar.

Ah, intinya kita kudu bersabar lah biar nggak bete, HEHEHE.
Selama masalah-masalah kecil nggak terlalu mengganggu kita, nggak masalah kan?
Jangan lupa dekatkan diri dengan yang di atas.

Friday, February 25, 2011

Bersama PIXEL

Yusfia & Aku

Aku & Queen
Aku & Queen

Ayu & Aku

Aku

PIXEL @ Jatim Park




Yusfia, Ayu, Nyla, & Aku

Adalah kesenangan tersendiri saat hari-hariku bahagia bersama PIXEL :)

Thursday, February 24, 2011

2008, 2009, 2010, 2011

Foto-foto 4 tahun terakhir. Adakah perbedaannya?

2008St. Merlion, Singapore

Foto ini diambil saat liburan akhir semester kelas 2 SMP oleh Tante Dewi dengan kamera digital (lupa brandnya). Kacamata minus warna coklat, braches, jeans pendek, dan rambut digerai awut-awutan adalah styleku saat itu.

2009
Bukit Bintang, Malaysia
Bukit Bintang, Malaysia
Foto ini diambil dari Nokia N70-ku yang saat itu masih mulus. Cekrak-cekrik pakai kamera depan adalah hobiku saat itu. Baju yang sama di dua foto itu ya? Yang atas itu di lobi hotel menunggu taksi, yang bawah saat taksi meninggalkan kami di restoran yang menyediakan nasi lemak (lumayan enak lho yang disitu) untuk makan malam. Kamu tau lagu apa yang aku dengaar saat makan malam di pinggir jalan raya itu? ST12! HAHAHA, satu album lho!
Oh ya, sebenarnya masa-masa mau SMA saat itu aku lebih suka rambutku dicepol. Tau kan? Digelung kecil di belakang gitu itu lho. Beneran nggak tau? Ngerti gitu upload foto yang dicepol deh. HEHEHE. Masa itu, aku mulai risih menggunakan jeans pendek kemana-mana dan kacamataku udah ganti baru.

2010

Tuban

Tuban
Foto ini aku ambil Desember 2010, jadi nggak banyak perbedaannya sama foto yang 2011.
2011
Private Room

Private Room

Dengan kacamata yang sama, tahun 2011 lebih banyak fotoku yang aku ambil sendiri, tentu saja menggunakan kamera kesayanganku-jelas aja kesayangan, wong kado dari Papa tercinta+Nikon Coolpix S570. Kabar bagusnya, styleku udah mulai berubah sedikit demi sedikit. Breaches udah nggak nyantol di gigi-rapi-ku, HEHEHE, dan rambutku lebih PANJAAAAANG!

Yey, senangnya! Selain itu, aku juga lebih bahagia lho tahun ini. Banyak hal tentunya. Mulai hari-hari menjelang ujian-formalitas-SMA-buat-lulus-dan-jadi-anak-kuliahan, persiapan liburan sekolah, WiFi yang dipasang di rumah, sampai kehadiran seseorang yang membuat handphoneku nggak sepi lagi (senyum lebar-lebar). Yah, begitu lah, aku lebih bersyukur sama Tuhan atas segala perubahan yang semakin baik. Love Allah :)

Biar Hubungan Lebih Nyaman

Biar hubungan sama pasangan adem-ayem, ada beberapa hal yang kudu diperhatiin nih.
Berdasarkan pengalaman (cieh), sharing-sharing sama temen, dan dari baca-baca, ternyata ada hal-hal yang nggak harus dilakukan.

1. Komunikasi yang berlebihan. Nelfonin pacar terus menerus, bisa-bisa 5 menit sekali. Kayak orang penting aja nggak bisa berhenti megang HP. Komunikasi yang terlalu sering kayak gitu bisa bikin pasangan kamu bosan. Bisa-bisa mereka ilfeel dan nggak salah kalo mereka minta putus dari kamu. Kecuali LDR, hubungan jarak jauh, beda lagi. Komunikasi yang minim justru bikin pasangan LDR tambah jauh dan kebanyakan gagal.

2. Membandingkan pasangan dengan orang lain yang lebih wah. Mungkin tujuanmu baik. Pengen bikin dia jadi lebih gini lebih gitu. Tapi yang namanya orang, kalo dibanding-bandingin juga males. Dia bisa berpikir "Ngapain nggak macarin dia aja yang lebih ini itu ketimbang aku?" Intinya nggak bisa nerima adanya lah. Tapi kritik yang membangun bisa digunakan, asal buat kebaikan dia lho ya. Misalnya kritikan buat perilakunya. Itu lebih baik daripada kritikan fisiknya.

3. Posesif. Mungkin kamu mikir "Dia kan cowokku, mau aku tanyain apa aja juga terserah aku dong". Tapi cowok itu kan belum pasti jadi suamimu, ya kan? Kalo pacaran aja udah diinterogasi macem-macem, gimana ntar pas udah nikah? Cowok paling sebel sama cewek posesif. Dikit-dikit nanyain posisinya dan lagi sama siapa. Wajar sih, tapi terlalu berlebihan.

4. Mengingatkan. Yang aku maksud disini mengingatkan pasangan dalam hal-hal yang nggak penting, misalnya "Jangan lupa mandi", "Jangan lupa gosok gigi lhoooo", atau "Jangan lupa motong kuku". Bisa-bisa dia tersinggung. Dikiranya kamu pacar yang menganggap dia anak kecil yang nggak bisa melakukan ini itu sendiri. Tapi kalo mengingatkan hal-hal yang penting itu malah kalo bisa dilakukan, misalnya "Eh jangan lupa PR kamu lho, Say", atau "Kamu udah daftar kan tadi?".

5. Nggombal. Nggombal sih boleh, tapi kalo terlalu sering malah menimbulkan pikiran "Ini anak serius nggak sih hubungan sama aku?" Maksudnya serius disini mungkin bukan serius ke jenjang yang lebih lanjut, tapi "menganggap" hubungan kalian.

6. Nggak ada rasa. Nah ini yang kudu dihindarin. Sebelum memutuskan buat jalan sama dia, pikirkan dulu matang-matang. Kamu beneran suka nggak sama dia? Jangan-jangan kamu suka duitnya doang? Atau suka sesaat? Kalau masih belum yakin, mending jangan ambil keputusan buat berhubungan lebih dekat. Karena sama aja memberikan dia harapan dan perasaan palsu. Dia akan berpikir kamu suka atau sayang sama dia saat kamu setuju berhubungan dengan dia. Kalau udah pada ngerti suka ma suka, ya tancap gas aja, hehehe.

Tuesday, February 15, 2011

Desember (Cuplikan Cerpen)

Tuban, 26 Desember 2010


Akhir tahun. Aku jarang sekali bepergian. Namun, kali ini lain. Akan ada perjalanan kesana seharian. Ya, Tuban. Sejak dulu aku hanya sesekali mengunjungi Tuban-kota asal Ayahku-yang kupikir panas dan kurang fun.
Tapi itu dulu. Sekarang aku sudah remaja dan bisa mengendalikan suasana hati. Aku ikut.
Bersama keluarga dan mbak-mbak, aku naik ke mobil Espass kesayangan Mama.
Aku sudah berpositif thinking dari rumah. "Kali ini pasti menyenangkan. Kali ini pasti menyenangkan" adalah mantraku saat itu. Kebetulan, Mama menawarkan jalan-jalan ke WBL, Wisata Bahari Lamongan, yang tidak jauh dari Tuban, sepulang kami berkunjung dan bertemu saudara-saudara disana.
Di jalan, saat penghuni sudah mulai menguap dan tertidur perlahan, aku mengeluarkan kamera dan mulai iseng memotret posisi tidur mereka. Sesekali aku memotret pemandangan yang masih hidup. Sepertinya perjalanan ini akan menyenangkan.
***
Kami sampai di rumah Budhe. Ramai sekali acara khitan keponakanku satu ini. Beberapa dari kami menyumbangkan lagu seraya mengisi waktu yang luang disana. Lebih baik membawakan lagu Vierra ketimbang para tamu mendengarkan teriakan-teriakan saudara-saudara kecilku di mic. Ya, mereka tampak lebih lega setelah mbak mulai menyanyikan lagu-lagu yang lain.
Setelah menyantap sate ayam yang lengkap dengan kerupuknya, Mama memberi isyarat untuk menyudahi kunjungan kami di rumah Budhe. Kami pun bersalaman dan memberikan sedikit pelukan hangat.
****
Hujan. Mama dengan handphone di tangannya berlarian kecil menyeberangi jalan raya. Mbak-mbak sibuk mencari Pak Tek-sopir keluarga kami saat itu-yang entah sekarang berada dimana (Pak Tek sering sekali meninggalkan mobil demi mencari teman baru, beginilah risiko memunyai sopir friendly). Aku menunggu di tepi trotoar. Sepi. Jalan raya ini tak penuh sesak oleh kendaraan umum yang berpolusi. Hanya beberapa kendaraan bermotor yang berlalulalang. Aku mengecek handphone bututku, barangkali sahabatku SMS. Tapi layar handphone masih mulus. Tanda tak ada yang mencariku selama liburan ini. Miris.
Aku menoleh saat mendengar gelak tawa yang khas. Itu Pak Tek. Aku berdiri dan berlari kecil menyeberangi jalan raya. Mobilku diparkir di halaman kosong di seberang jalan. Rintik-rintik hujan membuat bajuku sedikit basah.
Baru saja aku menarik jeansku ke atas, menggulung bagian bawahnya sebagian, tiba-tiba Mama menyuruh aku dan salah satu mbakku bergegas. Aku menoleh ke belakang. Sebuah mobil sedan keluaran Jepang nangkring dengan indahnya di tepi jalan. Aku mengernyitkan dahi. Oh ya, aku baru ingat. Tadi pagi, saat masih di rumah, Mama sempat mengabarkan bahwa teman baik Papa akan ikut dengan kami ke rumah saudara di Bojonegoro. Aku manggut-manggut. Seseorang keluar dari pintu depan mobil itu. Mama memberi isyarat agar aku dan mbak cepat-cepat kesana. Kami pun mengikuti saja. Baik sekali orang ini mau membukakan pintu untuk kami. Biasalah, formalitas. Di jok belakang yang kami duduki, ada seorang perempuan cantik yang menyambut kami dengan hangat. Aku sedikit lega karena ternyata mereka menyambut kami dengan ramah. Aku belum pernah bertemu mereka sebelumnya.
Hening. Mobil telah melaju, diikuti Espass di belakangnya. Sedikit basa-basi, lalu hening lagi.
Cuplikan dari Cerpen "Desember" oleh Nuke

Potret PIXEL di Ikan Bakar Cianjur

Aditya mengundang PIXEL makan siang bersama buat ngerayain hari jadinya di Ikan Bakar Cianjur :)
Nih foto-foto yang hasilnya bagus :
PIXEL


Queen & Aku


Adit (abu-abu), Ilmi (biru), Logi (hitam)


Alia, Queen, Dee, Jona, Julpi (baris atas)
Nyla, Nisa, Arya (adiknya Adit), dan Putri (baris bawah)


Queen, Yusfia, dan Aku
Love PIXEL Family :)